<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mohsuriyanto&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://mohsuriyanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mohsuriyanto.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2009 13:36:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mohsuriyanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mohsuriyanto&#039;s Blog</title>
		<link>http://mohsuriyanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mohsuriyanto.wordpress.com/osd.xml" title="Mohsuriyanto&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mohsuriyanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kwalitas dan sistem pendidikan di indonesia</title>
		<link>http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/07/17/kwalitas-dan-sistem-pendidikan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/07/17/kwalitas-dan-sistem-pendidikan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 13:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mohsuriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/07/17/kwalitas-dan-sistem-pendidikan-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[1.1 Latar Belakang Bangsa kita telah lama merdeka dan kita telah merasakan kemerdekaan itu sekarang ini. Pada saat ini kita bisa mengeluarkan pendapat kita, itu bisa kita lihat dengan apa yang terjadi sekarang contohnya kita baru saja memilih presiden kita secara lansung. Dengan adanya pemilihan secara langsung itu tidak lepas dari adanya pendidikan yang saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsuriyanto.wordpress.com&amp;blog=8129528&amp;post=3&amp;subd=mohsuriyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.1	Latar Belakang<br />
Bangsa kita telah lama merdeka dan kita telah merasakan kemerdekaan itu sekarang ini. Pada saat ini kita bisa mengeluarkan pendapat kita, itu bisa kita lihat dengan apa yang terjadi sekarang contohnya kita baru saja memilih presiden kita secara lansung. Dengan adanya pemilihan secara langsung itu tidak lepas dari adanya pendidikan yang saya rasa semakin berkembang di Negara kita pada saat ini. Mengapa demikian,saya sendiri berpendapat bahwa semua yang kita lakukan tidak lepas dari pendidikan yang ada pada diri kita sendiri baik secara sadar maupun secara tidak sadar, namun kita tidak menyadari itu semua.<br />
Sejarah pendidikan di Negara kita ini ada sejak dulu, contohnya kita bisa lihat sang proklamator kemerdekaan Negara kita yaitu Ir. Soekarno yang kita kenal dengan sebutan bung Karno itu dulu juga sekolah dan menuntut ilmu seperti kita juga, Dan itu berlanjut ke arah kemerdekaan Negara kita dan hingga akhirnya bung Karno menjadi presiden RI yang pertama. Sejak bung karno (Orde Lama) jadi presiden bisa di katakan kwalitas pendidikan Negara kita  sangat baik, dulu banyak orang luar negeri terutama dari Negara tetangga yang datang ke Indonesia untuk menuntut ilmu, itu sudah cukup untuk menjadi gambaran bagi kita kalau pada saat itu kwalitas pendidikan di Negara kita sangat baik, sebutan untuk guru sebagai pahlawan tanda jasa juga sangat tepat karena pada waktu itu guru bekerja dengan sungguh-sumgguh dan sesuai dengan profesinya.<br />
Namun pada saat ini tampaknya kwalitas pendidikan Negara kita tidak sama dengan zaman dulu, dan sepertinya sebutan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa itu kurang pas, karena kebanyakan guru pada saat ini lebih mementingkan sertifikasi dari pada profesionalisme. Dalam Rakor Kesra terbatas yang diikuti empat Menteri Kabinet Gotong-Royong pada Kamis, 28 Maret 2001 di Jakarta, menyepakati, kondisi mutu pendidikan nasional dewasa ini paling buruk di Asia Tenggara. Jusuf Kalla menyatakan kondisi mutu SDM Indonesia sangat memprihatinkan di Asia. Dalam persaingan dengan negara lain, ibaratnya kita hanya mampu bersaing pada tingkat kuli dan pembantu rumah tangga (PRT).<br />
Pernyataan diatas tersebut memang benar, sebagaimana telah di katakana diatas bahwa kalau dulu banyak orang luar negeri datang ke Negara kita untuk menuntut ilmu, tapi sekarang kenyataannya terbalik banyak rakyat kita yang pergi keluar negeri untuk menuntut ilmu. Ini menandakan bahwa kwalitas pendidikan Negara kita tidak cukup bagus.<br />
BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>Perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia telah berlangsung dalam empat era yaitu Era Kolonial, Era Orde Lama, Era Orde Baru, dan Era Reformasi.<br />
2.1 Era Kolonial<br />
Pada jaman kolonial pendidikan hanya diberikan kepada para penguasa serta kaum feodal. Pendidikan rakyat cukup diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar penguasa kolonial. Pendidikan diberikan hanya terbatas kepada rakyat di sekolah-sekolah kelas 2 atau ongko loro tidak diragukan mutunya. Sungguhpun standar yang dipakai untuk mengukur kualitas pendidikan pada waktu itu diragukan karena sebagian besar rakyat tidak memperoleh pendidikan, namun demikian apa yang diperoleh pendidikan seperti pendidikan rakyat 3 tahun, pendidikan rakyat 5 tahun, telah menghasilkan pemimpin masyarakat bahkan menghasilkan pemimpin-pemimpin gerakan Nasional. Pendidikan kolonial untuk golongan bangsawan serta penguasa tidak diragukan lagi mutunya. Para pemimpin nasional kita kebanyakan memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah kolonial bahkan beberapa mahasiswa yang dapat melanjutkan di Universitas terkenal di Eropa (pada waktu itu). Dalam sejarah pendidikan kita dapat katakan bahwa intelegensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan kaum penjajah. Masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada waktu itu adalah kekurangan kesempatan yang sama yang diberikan kepada semua anak bangsa. Oleh sebab itu di dalam Undang Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan tegas bahwa pemerintah akan menyusun suatu sistem pendidikaan nasional untuk rakyat, untuk semua bangsa.<br />
2.2 Era Orde Lama<br />
Masa Revolusi pendidikan nasional mulai meletakkan dasar-dasarnya. Pada masa revolusi sangat terasa serba terbatas, tetapi bangsa kita dapat melaksanakan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. Kita dapat merumuskan Undang Undang Pendidikan No. 4/1950 junto no. 12/ 1954. Kita dapat membangun sistem pendidikan yang tidak kalah mutunya. Para pengajar, pelajar melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun serba terbatas. Dengan segala keterbatasan itu memupuk pemimpin-pemimpin nasional yang dapat mengatasi masa pancaroba seperti rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sayang sekali pada akhir era ini pendidikan kemudian dimasuki oleh politik praktis atau mulai dijadikan kendaraan politik. Pada masa itu dimulai pendidikan indoktrinasi yaitu menjadikan pendidikan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan. Pada Orde Lama sudah mulai diadakan ujian-ujian negara yang terpusat dengan sistem kolonial yang serba ketat tetapi tetap jujur dan mempertahankan kualitas. Hal ini didukung karena jumlah sekolah belum begitu banyak dan guru-guru yang ditempa pada zaman kolonial. Pada zaman itu siswa dan guru dituntut disiplin tinggi. Guru belum berorientasi kepada yang material tetapi kepada yang ideal. Citra guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang diciptakaan era Orde Baru sebenarnya telah dikembangkan pada Orde Lama. Kebijakan yang diambil pada Orde Lama dalam bidang pendidikan tinggi yaitu mendirikan universitas di setiap provinsi. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih memberikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Pada waktu itu pendidikan tinggi yang bermutu terdapat di Pulau Jawa seperti UI, IPB, ITB, Gajah Mada, dan UNAIR, sedangkan di provinsi-provinsi karena kurangnya persiapan dosen dan keterbatasaan sarana dan prasarana mengakibatkan kemerosotan mutu pendidikan tinggi mulai terjadi.<br />
2.3 Era Orde Baru<br />
Dalam Era ini dikenal sebagai era pembangunan nasional. Dalam bidang pembangunan pendidikan, khususnya pendidikan dasar terjadi suatu loncatan yang sangat signifikan dengan adanya INPRES Pendidikan Dasar. Tetapi sayang sekali INPRES Pendidikan Dasar belum ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas tetapi baru kuantitas. Selain itu sistem ujian negara (EBTANAS) telah berubah menjadi bumerang yaitu penentuan kelulusan siswa menurut rumus-rumus tertentu. Akhirnya di tiap-tiap lembaga pendidikan sekolah berusaha untuk meluluskan siswanya 100%. Hal ini berakibat pada suatu pembohongan publik dan dirinya sendiri dalam masyarakat. Oleh sebab itu era Orde Baru pendidikan telah dijadikan sebagai indikator palsu mengenai keberhasilan pemerintah dalam pembangunan.<br />
Dalam era pembangunan nasional selama lima REPELITA yang ditekankan ialah pembangunan ekonomi sebagai salah satu dari TRILOGI pembangunan. Maka kemerosotan pendidikan nasional telah berlangsung. Dari hasil manipulasi ujian nasional sekolah dasar kemudian meningkat ke sekolah menengah dan kemudian meningkat ke sekolah menengah tingkat atas dan selanjutnya berpengaruh pada mutu pendidikan tinggi. Walaupun pada waktu itu pendidikan tinggi memiliki otonomi dengan mengadakan ujian masuk melalui UMPTN, tetapi hal tersebut tidak menolong. Pada akhirnya hasil EBTANAS juga dijadikan indikator penerimaan di perguruan tinggi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi maka pendidikan tinggi negeri mulai mengadakan penelusuran minat dari para siswa SMA yang berpotensi. Cara tersebut kemudian diikuti oleh pendidikan tinggi lainnya.<br />
Di samping perkembangan pendidikan tinggi dengan usahanya untuk mempertahankan dan meningkatkan mutunya pada masa Orde Baru muncul gejala yaitu tumbuhnya perguruan tinggi swasta dalam berbagai bentuk. Hal ini berdampak pada mutu perguruan semakin menurun walaupun dibentuk KOPERTIS-KOPERTIS sebagai bentuk birokrasi baru.<br />
2.4 Era Reformasi<br />
Indonesia sejak tahun 1998 merupakan Era transisi dengan tumbuhnya proses demokrasi. Demokrasi juga telah memasuki dunia pendidikan nasional antara lain dengan lahirnya Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam bidang pendidikan bukan lagi merupakan tanggung jawab pemerintah pusat tetapi diserahkan kepada tanggung jawab pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang – Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, hanya beberapa fungsi saja yang tetap berada di tangan pemerintah pusat. Perubahan dari sistem yang sentralisasi ke desentralisasi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang jauh di dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.<br />
Selain perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi yang membawa banyak perubahan juga bagaimana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan bebas abad ke-21. Kebutuhan ini ditampung dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta pentingnya tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional. Sistem Pendidikan Nasional Era Reformasi yang diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 diuraikan dalam indikator-indikator akan keberhasilan atau kegagalannya, maka lahirlah Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang kemudian dijelaskan dalam Permendiknas RI.<br />
Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini muncul banyak kritikan baik dari praktisi pendidikan maupun dari kalangan pengamat pendidikan mengenai pendidikan nasional yang tidak mempunyai arah yang jelas. Dunia pendidikan sekarang ini bukan merupakan pemersatu bangsa tetapi merupakan suatu ajang pertikaian dan persemaian manusia-manusiaa yang berdiri sendiri dalam arti yang sempit, mementingkan diri dan kelompok.<br />
2.5 Penyebab – Penyebab<br />
Menurut saya ada beberapa penyebab tertentu yang membuat pendidikan kita tertinggal dari Negara lain terutama pada era Reformasi ini diantaranya karena : Kekuatan Politik, Kekuatan Ekonomi, Kurang Sadarnya Masyarakat Tentang Pentingnya Pendidikan dan Penerapan Sistem Pendidikan yang Kurang Optimal.<br />
2.5.1 Kekuatan Politik<br />
Pada saat ini pendidikan masuk dalam subordinasi dari kekuatan-kekuatan politik praktis, yang berarti pendidikan telah dimasukkan ke dalam perebutan kekuasaan partai-partai politik, untuk kepentingan kekuatan golongannya. Pandangan politik ditentukan oleh dua paradigma yaitu paradigma teknologi dan paradigma ekonomi. Paradigma teknologi mengedepankan pembangunan fisik yang menjamin kenyaman hidup manusia. Paradigma ekonomi lebih mengedepankan pencapaian kehidupan modern dalam arti pemenuhan-pemenuhan kehidupan materiil dan mengesampingkan kebutuhan non materiil duniawi.<br />
2.5.2 Kekuatan Ekonomi<br />
Manusia Indonesia tidak terlepas dari modernisasi seperti teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Neoliberalisme pendidikan membawa dampak positif dan negatif. Positifnya yaitu pendidikan menunjang perbaikan hidup dan nilai negatifnya yaitu mempersempit tujuan pendidikan atas pertimbangan efisiensi, produksi, dan menghasilkan manusia-manusia yang dapat bersaing, yaitu pada profit orientit yang mencari keuntungan sebesar-besarnya terhadap investasi yang dilaksanakan dalam bidang pendidikan. Demi mencapai efisiensi dan kualitas pendidikan maka disusunlah beberapa upaya standardisasi. Untuk usaha tersebut maka muncul konsep-konsep seperti : Ujian Nasional.<br />
Dalam menyusun RENSTRA Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 – 2009 lebih menekankan pada manajemen dan kepemimpinan bukan masalah pokok yaitu pengembangan anak Indonesia. Anak Indonesia dijadikan obyek, anak Indonesia bukan merupakan suatu proses humanisasi atau pemanusiaan. Anak Indonesia dijadikan alat untuk menggulirkan suatu tujuan ekonomis yaitu pertumbuhan, keterampilan, penguasaan skil yang dituntut dalam pertumbuhan ekonomi. Sejak tahun 1998 indonesia mengalami krisis ekonomi dan dampak dari krisis ekonomi tersebut juga berimbas kepada pendidikan, dan menurut saya mungkin inilah penyebab dari kurangnya kwlitas pendidikan kita.<br />
2.5.3 Kurang Sadarnya Masyarakat Tentang Pentingnya Pendidikan.<br />
Ini yang menjadi masalah besar terhadap jalannya pendidikan di Negara kita, banyak masyarakat yang tidak sadar betapa pentingnya pendidikan untuk kehidupan kita. Terutama dari mereka adalah masyarakat terpinggirkan, mereka lebih baik mencari uang dari pada sekolah. Saya pernah bertanya pada masyarakat desa yang paling terpinggirkan di pulau kangean, meraka berkata buat apa sekolah, lebih baik cari uang dari pada sekolah karena sekolah itu ujung-ujungnya juga untuk mencari uang. Meraka semua jadi begitu karena keterbatasan ekonomi sehingga meraka memilih untuk tidak sekolah. Dalam hal ini tentunya kita bingung untuk mencari siapa yang harus kita salahkan, untuk itu pemerintah sseharusnya lebih memperhatikan keadaan masyarakat yang terpinggirkan karena meraka juga layak untuk mendapatkan pendidikan dan kesejahteraan hidup.<br />
2.5.4 Penerapan System Pendidikan Yang Kurang Optimal<br />
Menurut saya rendahnya mutu pendidikan pada saat ini bukan karena system pendidikan yang salah tapi dalam hal ini saya berpendapat bahwa dalam penerapan sistem pendidikan itu sendiri yang kurang optimal sehingga hasilnya juga kurang memuaskan. Kalau seandainya system itu kita laksanakan dan kita terapkan dengan baik maka hasilnya juga tentu akan baik. Kalau kita selalu mengganti system pendidikan apakah itu menjamin untuk mutu pendidikan kita akan lebih baik…?<br />
Kalau menurut saya itu belum tentu, karena keberhasilan suatu system tidak bisa kita lihat hanya 1 atau 2 tahun, butuh waktu untuk memetik buah dari apa yang telah kita tanam. Apalagi di Indonesia  setiap pergantian pemimpin Negara system pendidikan juga hampir terus beganti.<br />
Tapi 2 tahun terkhir ini pemerintah telah berupaya memperbiki kwalitas pendidikan kita dengan memberikan anggaran 20 % untuk pendidikan dari APBN, dan juga dengan adanya program sekolah gratis.<br />
mohsuriyanto. wordpress</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsuriyanto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsuriyanto.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsuriyanto.wordpress.com&amp;blog=8129528&amp;post=3&amp;subd=mohsuriyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/07/17/kwalitas-dan-sistem-pendidikan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e07051a20ed51e115e113855b21ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mohsuriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/06/11/hello-world/</link>
		<comments>http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/06/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 08:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mohsuriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsuriyanto.wordpress.com&amp;blog=8129528&amp;post=1&amp;subd=mohsuriyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsuriyanto.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsuriyanto.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsuriyanto.wordpress.com&amp;blog=8129528&amp;post=1&amp;subd=mohsuriyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsuriyanto.wordpress.com/2009/06/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e07051a20ed51e115e113855b21ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mohsuriyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
